Nama : Haikal Imaduddin
Kelas : X - MIA 2
Metoda Ilmiah
Rumusan masalah
Bagaimana pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan kacang hijau?
Tujuan Penelitian
Mengetahui
apa ada pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
Manfaat Penelitian
Mengetahui
seberapa besar cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
Landasan Teori
Faktor internal
-
Gen
-
Hormon antara lain:
·
Auksin : merangsang
perpanjangan sel terutama pada titik tumbuh dan juga merangsangpartenokapri (
timbulnya buah didahuluipembuahan), mempercepat diferensiasi.
·
Giberrelin :
mempengaruhi peningkatan sel
·
Sitokinin :
merangsang pembelahan sel
·
Kalin : – rhizokalin
: merangsang pembentukan akar – kaulokalin : merangsang pembentukanbatang –
filokalin : merangsang pembentukan daun
·
Traumalin:
mempercepat pertumbuhan luka
·
Gas etilen :
merangsang pemasakan buah , batangtumbuh menjadi tebal
·
Gas asam absisat :mengahambat
pertumbuhan ,membantu mengugurkan daun pada musim gugur.
Faktor eksternal
- Cahaya
- nutrisi
- suhu atau temperatur
- kelembapan
- PH
- gravitasi.
Hipotesis
Cahaya dapat mempengaruhi
pertumbuhan kacang hijau. Perbedaan kacang hijau di tempat gelap dengan kacang
hijau di tempat terang terdapat pada ukuran tumbuhan, struktur batang , dll.
Variabel Penilitian
- Variabel kontrol, meliputi : media tumbuh, jenis bibit, jumlah air.
- Variabel bebas, meliputi : suhu udara, jumlah cahaya, kelembaban udara.
- Variabel terikat, meliputi : tinggi batang
Eksperimen
Alat
dan Bahan
-
2 buah gelas
aqua
-
Kapas
secukupnya
-
Biji kacang hijau (masing-masing 5 biji setiap
gelas)
-
Air
Langkah-langkah
1.)
Siapkan 2 buah gelas aqua.
2.)Masukkan kapas basah secukupnya ke dalam masing-masing gelas aqua.
3.)Masukkan 5 biji kacang hijau ke dalam masing-masing gelas aqua.
4.)Beri label pada masing-masing gelas aqua tersebut yaitu, “GELAP”
dan “TERANG”.
5.)Letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu
2.)Masukkan kapas basah secukupnya ke dalam masing-masing gelas aqua.
3.)Masukkan 5 biji kacang hijau ke dalam masing-masing gelas aqua.
4.)Beri label pada masing-masing gelas aqua tersebut yaitu, “GELAP”
dan “TERANG”.
5.)Letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu
di tempat terang dan gelap.
6.)Setelah 1 hari amati perkembangannya.
7.)Ukur panjang batang, jumlah daun, dan panjang daun yang terbentuk (dalam cm)
6.)Setelah 1 hari amati perkembangannya.
7.)Ukur panjang batang, jumlah daun, dan panjang daun yang terbentuk (dalam cm)
dengan menggunakan mistar.
8.) hasil perkembangan tumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 7 hari
8.) hasil perkembangan tumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 7 hari
berturut- turut dan amati
perkembangannya.
Hasil Pengamatan
|
Hari ke
|
Tumbuhan di tempat terang
|
Tumbuhan di tempat gelap
|
|
1
|
Tumuh akar
|
Tumuh akar
|
|
2
|
5 cm
|
2 cm
|
|
3
|
6 cm
|
4 cm
|
Analisa
Data
Tanaman kacang hijau yang
tumbuh di tempat gelap dan terang sama-sama tumbuh pada hari ke-2 tetapi, pada
tanaman kacang hijau yang tumbuh di tempat yang gelap, lebih tinggi daripada
kacang hijau yang tumbuh di tempat terang.
Pada hari ke-3 ketinggian tanaman yang tumbuh di tempat gelap mncapai 6 cm sementara tanaman yang tumbuh di tempat terang mencapai 4 cm, daun telah muncul pada tanaman yang tumbuh di tempat gelap, tetapi warnanya berbeda dengan tanaman yang berada di tempat yang terang. Di tempat yang terang, daunnya berwarna hijau segar, tetapi yang berada di tempat gelap berwarna kuning.
Pada hari ke-3 ketinggian tanaman yang tumbuh di tempat gelap mncapai 6 cm sementara tanaman yang tumbuh di tempat terang mencapai 4 cm, daun telah muncul pada tanaman yang tumbuh di tempat gelap, tetapi warnanya berbeda dengan tanaman yang berada di tempat yang terang. Di tempat yang terang, daunnya berwarna hijau segar, tetapi yang berada di tempat gelap berwarna kuning.
Pembahasan
Cahaya digunakan tanaman untuk proses
fotosintesis.
Tanaman yang kurang cahaya (ditanam di area gelap) batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis.
Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar.
Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk).
Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.
Tanaman yang kurang cahaya (ditanam di area gelap) batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis.
Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar.
Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk).
Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa
rata – rata kacang hijau yang tertinggi adalah kacang hijau yang di tanam di
tempat gelap dan pertumbuhannya yang paling cepat juga di tempat gelap. Hal ini
di sebab kan karena hormon auksin sangat cepat berkembang di tempat gelap.
