Minggu, 15 September 2013

Metoda ilmiah


Nama                          : Haikal Imaduddin
Kelas                     : X - MIA 2

Metoda Ilmiah

Rumusan masalah
            Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau?

Tujuan Penelitian
Mengetahui apa ada pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
Manfaat Penelitian
Mengetahui seberapa besar cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
Landasan Teori
Faktor internal
-          Gen
-          Hormon antara lain:
·         Auksin : merangsang perpanjangan sel terutama pada titik tumbuh dan juga merangsangpartenokapri ( timbulnya buah didahuluipembuahan), mempercepat diferensiasi.
·         Giberrelin : mempengaruhi peningkatan sel
·         Sitokinin : merangsang pembelahan sel
·         Kalin : – rhizokalin : merangsang pembentukan akar – kaulokalin : merangsang pembentukanbatang – filokalin : merangsang pembentukan daun
·         Traumalin: mempercepat pertumbuhan luka
·         Gas etilen : merangsang pemasakan buah , batangtumbuh menjadi tebal
·         Gas asam absisat :mengahambat pertumbuhan ,membantu mengugurkan daun pada musim gugur.


Faktor eksternal
  1. Cahaya
  2. nutrisi
  3. suhu atau temperatur
  4. kelembapan
  5. PH
  6. gravitasi.
Hipotesis

Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau. Perbedaan kacang hijau di tempat gelap dengan kacang hijau di tempat terang terdapat pada ukuran tumbuhan, struktur batang , dll.
Variabel Penilitian
  • Variabel kontrol, meliputi      : media tumbuh, jenis bibit, jumlah air.
  • Variabel bebas, meliputi        : suhu udara, jumlah cahaya, kelembaban udara.
  • Variabel terikat, meliputi       : tinggi batang
Eksperimen
Alat dan Bahan

-          2 buah gelas aqua
-          Kapas secukupnya
-            Biji kacang hijau (masing-masing 5 biji setiap gelas)
-          Air

Langkah-langkah

1.) Siapkan 2 buah gelas aqua.
2.)Masukkan kapas basah secukupnya ke dalam masing-masing gelas aqua.
3.)Masukkan 5 biji kacang hijau ke dalam masing-masing gelas aqua.
4.)Beri label pada masing-masing gelas aqua tersebut yaitu, “GELAP”
     dan “TERANG”.
5.)Letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu
     di tempat terang dan gelap.
6.)Setelah 1 hari amati perkembangannya.
7.)Ukur panjang batang, jumlah daun, dan panjang daun yang terbentuk (dalam cm)
     dengan menggunakan mistar.
8.) hasil perkembangan tumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 7 hari
      berturut- turut dan amati perkembangannya.

Hasil Pengamatan

Hari ke
Tumbuhan di tempat terang
Tumbuhan di tempat gelap
1
Tumuh akar
Tumuh akar
2
5 cm
2 cm
3
6 cm
4 cm

Analisa Data

            Tanaman kacang hijau yang tumbuh di tempat gelap dan terang sama-sama tumbuh pada hari ke-2 tetapi, pada tanaman kacang hijau yang tumbuh di tempat yang gelap, lebih tinggi daripada kacang hijau yang tumbuh di tempat terang.
            Pada hari ke-3 ketinggian tanaman yang tumbuh di tempat gelap mncapai 6 cm sementara tanaman yang tumbuh di tempat terang mencapai 4 cm, daun telah muncul pada tanaman yang tumbuh di tempat gelap, tetapi warnanya berbeda dengan tanaman yang berada di tempat yang terang. Di tempat yang terang, daunnya berwarna hijau segar, tetapi yang berada di tempat gelap berwarna kuning.

Pembahasan

Cahaya digunakan tanaman untuk proses fotosintesis.
Tanaman yang kurang cahaya (ditanam di area gelap) batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis.
Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar.
Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk).
Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.




Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa rata – rata kacang hijau yang tertinggi adalah kacang hijau yang di tanam di tempat gelap dan pertumbuhannya yang paling cepat juga di tempat gelap. Hal ini di sebab kan karena hormon auksin sangat cepat berkembang di tempat gelap.

Rabu, 28 Agustus 2013

Persentasi tentang “Cara menanam tomat” oleh kelompok 1

Assalamualaikum W.r W.b
Kami di sini dari kelompok satu akan mempersentasikan tentang  “Cara menanam tomat”, nah sebelum kita mempelajari bagaimana cara menanam tomat tersebut kita harus tau dulu apa itu tomat

Tomat adalah salah satu sayuran yang cukup menjanjikan untuk pasar Indonesia. Walaupun harga tomat di Indonesia naik turun, namun iklim Indonesia yang memang sangat cocok untuk membudidayakan tomat membuat para petani di Indonesia terus membudidayakan tomat.

Kalau kita ingin tau cara menanam tomat kita harus tau dulu ciri-ciri tomat supaya kita tidak keliru dengan tanaman lainnya, ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

a.    Berbentuk perdu, kecuali tomat liar yang tumbuh menjalar,
b.    Berumur lebih dari setahun,
c.    Berakar tunggang.
d.    Batang bersegi dan berbulu halus,
e.    Bunganya berbentuk terompet kecil dan berwarna kuning,
f.    Buahnya berbentuk bulat, bulat pipih, dan ada juga yang seperti bola     lampu,
g.    Buahnhya berdaging dan mengandung banyak air, dan
h.    Daunnya bercelah dengan tulang daun menyirip.

Ada beberapa jenis tomat yang dikenal oleh masyarakat. Beberapa jenis di antaranya pasti pernah kamu makan, baik yang dimakan secara langsung maupun yang digunakan sebagai bumbu masak. Berikut ini jenis tomat-tomat tersebut.
·         Disebut demikian karena bentuknya mirip buah plum. Lonjong dengan permukaan kulit yang tipis dan daging buah yang banyak mengandung air. Tomat jenis ini selain tepat untuk tumisan, bisa juga untuk masakan dengan proses masak yang lama, seperti saus, sup tomat, atau tomat panggang.
·         Ukurannya paling besar dibanding jenis tomat lainnya, daging buahnya pun tebal. Tomat jenis ini lebih cocok untuk salad atau pelengkap sandwich.
·         Ukurannya mini, mirip dengan buah ceri. Rasa buahnya manis dan juicy. Jenis ini paling cocok digunakan untuk pelengkap salad dan juga sebagai camilan sehat tanpa harus dimasak.
·         Warnanya hijau dengan daging buah yang agak keras. Rasanya agak asam dan kandungan airnya paling sedikit dibanding tomat lainnya. Biasanya tomat ini dijadikan sebagai tambahan untuk hidangan yang cita rasanya asam segar.
·         Sesuai namanya, tomat anggur memiliki ukuran mirip anggur, mungil dan bulat, lebih mungil dibandingkan tomat ceri maupun tomat plum. Biasanya dimanfaatkan sebagai campuran salad dan campuran untuk jajanan pembuka. Tomat anggur di pasaran bisa didapatkan dalam dua warna, merah dan kuning.
·         Teksturnya mirip dengan tomat ceri dan memiliki ukuran dan rasa sangat mirip dengan buah pear. Itu sebabnya, tomat pear kadang disebut juga tomat airmata. Bisa ditemukan dalam warna merah, kuning, hingga orange. Tomat pear, sangat cocok diolah menjadi campuran salad atau untuk ragam racikan pembuka lainnya.

            Baik, karena kalian telah mengetahui tomat itu apa, maka kita akan masuk ke dalam materi selanjutnya yaitu cara menanam tomat.
a.    Penyeleksian benih
Tahap pertama yang akan kita lakukan adalah penyeleksian benih, karena tidak semua benih itu bagus makanya kita perlu menyeleksinya dulu supaya hasilnya maksimal.
Kriteria benih tomat yang bagus adalah:
—  Tidak cacat/luka.
—  Sehat/ tidak menunjukan adanya serangan hama/penyakit.
—  Bersih dari kotoran
—  Benih tidak keriput

b.    Penyemaian benih
Setelah proses penyeleksian terhadap benih tomat kemudian benih tomat didesinfektan dengan cara merendam benih tomat kedalam larutan fungisida, ini bertujuan agar jamur yang dapat menimbulkan penyakit mati,
setelah itu baru disemai di persemaian. Setelah benih tumbuh dan berumur  7 – 10 hari bibit dipindah ke dalam  kantong-kantong kecil.
kemudian dibiarkan selama 17-21 hari. Bibit siap dipindahkan kedalam pot.

c.    Tempat dan media tanam
Budidaya tomat dalam pot atau polybag dapat memanfaatkan kaleng bekas , ember plastik, wadah bekas lainnya atau memakai pot atau polybag. Media tanam yang digunakan berupa tanah pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dapat 1:1, 1:2, atau 1:3 tergantung kesuburan atau berat ringannya tanah. Wadah tempat yang sudah disiapkan bawahnya dilubangi dan ditutup dengan pecahan gendeng untuk aliran air siraman. Setelah itu diisi dengan media yang telah kita siapkan sampai penuh.

d.    Penanaman
Yang harus diperhatikan sebelum tanaman dipindah ke media tanam sebaiknya media tanam perlu disiram terlebih dahulu. Untuk memindahkan tanaman dari persemaian ke pot harus hati-hati jangan sampai akar tanamannya sampai banyak yang patah, dan pemindahannya sebaiknya dilakukan pada sore hari.

e.     Hama dan penyakit
Hama
  • Ulat tanah, gejala yang timbul terpotongnya pangkal batang dan rebah. Pengendaliannya memberikan furadan 3 G pada  sekitar pangkal batang.
  • Ulat Grayak, gejalanya daun bercak-bercak putih dan berlubang pengendaliannya dengan musuh alami
Penyakit :
Busuk Daun, gejalanya  daun bercak-bercak kondisi daun agak basah, lunak,  berwarna hijau kehitam-hitaman. Pengendalian dengan penyemprotan fungisida 

f.     Perawatan
Perawatan tanaman tomat dalam pot atau polybag lebih mudah karena kesehatan setiap tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat akar dapat dihindari. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut :
    1. Periksa tanaman setiap hari, terutama dari hama dan penyakit. Bila dijumpai ada hama, ambil dan matikan hama tersebut dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu cabut dan buang saja medianya supaya tidak menular ke tanaman yang lain.
    2. Bila tanaman kelihatan kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
    3. Bila tanaman sudah tumbuh besar beri turus/pasak untuk membantu tegaknya tanaman tersebut.
    4. Jangan biarkan media tanam terlalu kering, siramlah tanaman secara rutin, minimal 3 kali sehari. Perhatikan kadar air dalam media tanam jangan terlalu basah juga.

g.     Panen
            Budidaya Tomat dalam Pot atau Polybag dalam waktu relatif singkat sekitar 3 bulanan sudah dapat kita petik hasilnya.